Jan 10, 2013

Bentuk Kuburan Yang Benar Bagi Seorang Muslim



Kuburan atau pemakaman yang ideal bagi seorang muslim adalah pemakaman yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW bukan seperti yang diinginkan kebanyakan orang. So mari kita cek dulu makam ato kuburan-kuburan yang ada selama ini.



Ini beberapa contoh yang ada di masyarakat

Contoh Makam atau Kuburan





Hampir semua makam diatas terbilang bagus dan mungkin kita menganggap bahwa dengan memberikan bangunan seperti itu maka si mayat akan senang ato dengan membangun bangunan diatas makam adalah bakti ato penghormatan kita pada si mayat. Padahal yang terjadi adalah sebaliknya. Bagi seorang muslim dilarang membangun bangunan di atas makam ato kuburan.
Berikut hadits dari Rasululloh SAW yang melarangnya.
Jaabir bin ‘Abdillah radliyallaahu ‘anhu berkata :
 “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah melarang kubur untuk dikapur, diduduki, dan dibangun sesuatu di atasnya”. (HR. Muslim no. 970)

Dah baca kan ya sob haditsnya. Sebagai seorang muslim yang taat sobat seharusnya percaya dan mengamalkan hadits tersebut, Karena itu sabda Rasululloh SAW orang yang diutus Allah untuk menjadi contoh yang baik bagi umat muslim. Rasulullah SAW juga dijamin masuk surga dan terbebas dari dosa sob. Dan semua yang perkataan dan perbuatannya di tuntun wahyu sob. Yang lebih keren lagi klo sobat pengen tau seperti apa akhlak Rasulullah? Akhlak Rasulullah adalah Alquran sob. Dan syahadat kita belum sempurna sebelum menyebut namanya. So rugi banget klo sobat ga ngikutin sunnah Rasulullah SAW deh.
Sekarang kita tengok sob makam-makam raja arab dan putra mahkotanya.
Contoh makam atau kuburan yang sesuai sunnah Rasulullah SAW




Gimana sob? Sederhana ya, tapi itulah yang seharusnya seperti yang udah disebutin sama Rasulullah SAW. Dan itu bukan berarti mereka ga punya duit ato keluarganya ga menghormati ato ga berbakit lho ya, tapi satu hal yaitu mereka menjalankan sunnah Rasululloh SAW. Ya klo masih ga percaya liat aja rumah-rumah raja arab gede banget deh, ga mungkin dunks raja arab ga punya duit klo cuma buat bangun makam.

Ada lagi ni sob hadits tambahan lainnya. Diriwayatkan oleh Musliam dalam kitab Shahihnya, dari Jundab bin Abdillah Al-Bajali, ia berkata,

“Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menjadikanku sebagai kekasih sebagaimana Ia telah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih. Seandainya aku (dibolehkan) mengambil kekasih dari antara umatku, tentu aku mejadikan Abu Bakar sebagai kekasih. Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kuburan-kuburan para nabi mereka dan orang-orang shalih mereka sebagai masjid-masjid. Ingatlah, janganlah kalian menjadikan kuburan-kuburan sebagai masjid-masjid, sesungguhnya aku melarang kalian melakukan itu”.

Hadits shahih ini, dan hadits-hadits lain yang bermakna sama menunjukkan haramnya membuat masjid di atas kuburan dan terlaknatnya orang yang melakukannya, serta haramnya membuat kubah-kubah dan bangunan di atas kuburan, karena hal itu merupakan faktor-fakator kesyirikan dan penyembahan terhadap para penghuninya sob, seperti yang pernah terjadi dulu dan sekarang. Maka wajib hukumnya untuk setiap muslim dimana pun kalian berada sob untuk meninggalkan segala hal yang dilarang oleh Rasulullah SAW, jangan sampe deh ketipu sama perbuatan orang lain yang keliatannya bener dan masuk akal, karena kebenaran adalah ketika kita menemukan kesesatan seorang mukmin, maka hendaklah menuntunnya kembali ke jalan yang benar. Dan untuk mencari referensi kebenaran yang hakiki dan sesuai dengan syariat islam maka bisa ditemkan dari dalil-dalil Al-Kitab dan As-Sunnah, bukan berdasarkan pendapat dan perbuatan manusia yang pastinya cuma mengandalkan akal semata.

Dan untuk sobat smua tahu ni Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kedua sahabatnya tidak dikubur di dalam masjid, akan tetapi di kubur di rumah Aisyah, namun ketika perluasan masjid pada masa Al-Walid bin Abdul Malik di akhir abad pertama hijriyah, rumah tersebut dimasukkan ke dalam masjid (termasuk dalam wilayah perluasan masjid). Yang Demikian ini tidak dianggap mengubur di dalam masjid, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kedua sahabatnya tidak dipindahkan ke tanah masjid, tetapi hanya memasukkan rumah Aisyah, tempat mereka di kubur, ke dalam masjid untuk perluasan.

Jadi hal ini tidak bisa dijadikan alasan oleh siapapun untuk membolehkan membuat bangunan di atas kuburan atau membangun masjid di atasnya atau menguburkan mayat di dalam masjid, karena adanya hadits-hadits yang melarang hal tersebut, sebagaimana yang telah saya sebutkan tadi. Apa yang dilakukan oleh Al-Walid dalam hal ini tidak berarti menyelisihi sunnah yang telah pasti dari Rasulullah SAW.

So terjawablah sudah ya makam yang ideal untuk seorang muslim seperti apa, dan rasanya ga perlu lagi menambahkan ritual seribu hari untuk memasang kijing ato membangun makam, karena memang mutlak Rasulullah SAW melarangnya.

Tapi kan…. Tapi apalagi? Silakan pilih jalan yang sudah jelas membawa kebaikan ya bukan sekedar mengikuti nenek moyang. :D

No comments:

Post a Comment